Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Review Sword Art Online Jilid 10 Alicization Running

Menurut saya, cerita ini dibuat berdasarkan fakta namun diselesaikan dengan cerita fiksi ilmiah. Berikut cuplikan dari light novel karya Kawahara Reki. "...Aku masih di sekolah dasar saat perang Iraq, dan Aku masih mengingatnya dengan jelas. Ada banyak berita tentang bagaimana tentara Amerika menggunakan pesawat jet dan mini-tank tanpa pilot untuk menyerang musuh. Apakah itu yang kau maksud? Itu berarti senjata yang ada AI didalam nya menyerang sendiri. Kau berfikir tentang hal itu..."  

Dianolin (3) Keputusan yang Matang

Kerja memang keras 1 Juli 2017 Temanku curhat pagi ini. Dia sedang mempersiapkan diri untuk resign pada hari pertamanya bekerja. Kok? Awalnya aku bingung sekaligus kaget. Orang macam apa yang mengundurkan diri di hari pertamanya masuk? Ya, ternyata orang macam kayak dia. Semalam dia sudah dapat nasihat dari mbaknya. Nasihat yang dia minta. Kata dia, sebut saja temanku ini namanya Sisi, sebenarnya niat dia ngelamar kerja kemarin itu karena ada iuran ratusan ribu yang harus dia bayarkan dalam waktu 8 bulan. Dengan status pelajar yang disandangnya plus tidak bekerja, Sisi kebingungan. Bagaimana caranya dia bisa dapat uang segitu banyak? Jangankan dia, aku saja bakal pusing tujuh keliling! Akhirnya berdasarkan info dari temannya, Sisi ketemu lowongan pekerjaan yang sesuai sama keterampilannya, berupa desain. Terus setelah ngelewatin semacam tes juga wawancara, Sisi diterima. Sisi nggak nyangka sama sekali, karena ada pelamar sebelum dia yang tidak diterima. Sisi cerita padaku,

Dianolin (2): Dari Game hingga Brain

Dianolin meski saat ini lebih suka berpikir ilmiah, tetap masih menyukai anime. Namun, koleksi drama Jepangnya sudah ia hapus permanen dan tidak berniat untuk mengunduh ulang. Ada satu hal yang membuat Olin penasaran dengan anime yang satu ini, Sword Art Online. Anime ini menyajikan sebuah cerita yang berbeda berangkat dari impian para gamer dan perkembangan teknologi yang sangat pesat di tahun 2023. Argus pencetus game VRMMORPG ( Virtual Reality Massive Multiplayer Online Role Playing Game ) meluncurkan game Swort Art Online. Meski tidak begitu paham mengenai game , Olin tetap suka karena dunia seakan terlihat mudah dengan virtual game pada anime ini. Fokus Olin saat ini adalah bisakah virtual game itu diwujudkan dalam dunia nyata?

Dianolin (1): Kenyataan Lebih Menggiurkan

Ada sebuah kisah mengenai seorang gadis yang sedikit tersesat dengan peta kehidupannya. Nama gadis itu Dianolin. Kini ia sedang termangu bingung. Sudah habis dua episode drama Jepang ia tonton. Namun, perasaannya masih belum terpuaskan. Kisah ceritanya belum sesuai dengan keinginannya. Tapi ia menebak, pada akhirnya nanti pasti akan sama dengan yang diharapkannya. Hanya saja proses menuju episode akhir itu membuat hatinya jungkir balik. Ungkapan perasaan cinta mudah sekali diucapkan pemeran utamanya. Kali ini drama yang Olin –begitu sapaan akrabnya, sedang tonton bertemakan perjuangan seorang gadis mendapatkan laki-laki yang ia sukai. Berbagai hal dilakukan si gadis untuk membuat laki-laki itu menaruh perhatian padanya. Sia-sia saja, lelaki itu tidak sedikit pun menggerakkan bola matanya untuk melirik gadis itu. Olin merasa hal itu berkebalikan dengannya. Saat ini ada seorang temannya yang terlihat modus berulangkali padanya. Entah itu hanya menanyakan buku yang bagus untuk dibaca

Becanda kok nggak mutu

Sedikit cerita di bulan puasa. Mungkin ini berupa uneg-uneg dari kelakuan teman saya. Saya tipe orang yang bisa dibilang agak serius. Itu menurut saya dan pengalaman nyata juga orang-orang di sekitar yang sering bilang, "Jangan terlalu serius kenapa, Ndi". Okelah. Jadi kejadiannya kemarin hari Selasa. Saat kumpul dengan teman kelompok untuk membahas tugas, ada teman laki-laki dari kelas lain menyapa teman kelompok saya, cewek. Sebut aja teman kelompok saya ini Vira. Wawan, teman laki-laki saya tadi, mencoba untuk merebut ponsel Vira, sekedar bercanda beberapa kali. Saya yang lihat merasa risih. Becanda apa maksa ya? Pikir saya begitu. Akhirnya, Wawan berhenti ganggu dan mau pamit pulang. Eh, sebelum pulang dia minta salaman sama Vira. Spontan Vira mengatupkan kedua tangannya menandakan dia nggak mau salaman. Wawan ngeyel. Dia coba membungkus tangannya supaya tetap bisa bersalaman. Vira tetap nggak mau. Wawan tetap maksa, meski alasan Vira udah jelas. Mereka bukan mahram.

Rencana yang Tidak Direncanakan

Sudah beberapa kali saya menolak untuk membuat tulisan berjenis curhatan dikarenakan beberapa alasan. Pertama, curhatan itu dianggap tulisan ringan dan tidak berbobot. Awalnya saya berpikir seperti itu. Kedua, curhatan biasanya berisi aib penulis itu sendiri. Saya sempat bertanya apa iya saya selalu mengumbar kesalahan yang pernah saya buat ke orang lain? Ketiga, saya mau coba mencari gaya menulis yang berbeda. Menurut saya, gaya curhat itu sudah biasa bahkan sedang kekinian saat ini. Juga pembuatannya mudah, menuliskan apa yang pernah terjadi pada kita. Tapi alasan-alasan saya diatas itu pun dapat saya bantah sendiri. Karena yang buat alasan juga saya kan? Haha. Gaya curhat memang terkesan mudah dan sederhana. Tapi jangan salah, tidak semua orang bisa menuliskan apa yang dia pikirkan dan rasakan begitu mudah. Penyaluran segala pemikiran dan perasaan itu pun butuh metode dan kebiasaan menulis. Kemudian, tentang mengumbar aib. Di sini mungkin koreksi untuk saya pribadi agar membedak

Cerita dibawah Hujan

Alhamdulillah sambil berteduh sambil menguatkan ukhuwah sama temen sekelas. Cerita-cerita tentang pengalaman berhijab. Ya Allah, mudahkanlah teman-teman ini untuk berhijrah menjadi lebih baik. Ririn yg pengantin pun ternyata lingkungan rumahnya bener-bener gak kondusif. Pacaran, hamil di luar nikah, dan berbagai macam kasus darurat pornografi. Tanpa sadar kita melepas ke-Islaman kita untuk sesuatu hal yg hanya menimbulkan kesenangan sejenak. Dampaknya tentu saja akan membuat hati terhenyak. Bukan hanya keluarga korban, tapi kami sebagai kaum muslimin yg lain. Benar-benar tidak menyangka kondisi masyarakat sudah sebegini bobroknya. Mungkin kita merasa santai sebab sekitar kita tidak mengalami hal itu, hati kami merasa nyaman dengan keadaan yg tidak begitu mengoyak pikiran. Karena lagi-lagi yg kami lihat di sekitar tidak menunjukkan kerusakan-kerusakan yg parah. Hanya sedikit kenakalan saja. Padahal, kaum muslim ibarat satu tubuh. Jika satu bagian merasa sakit, maka bagian lain pun tera