Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Trouble~

well, everibadeeh~ I'm back! Gue lagi suka dan cepet banget sebel sama temen-temen kelas gue nih.  Gimana ya tiap mereka punya masalah kenapa gak luangin waktu dikit buat mikirin masalah tersebut dan cari jalan keluarnya? Kenapa harus bergantung sama orang lain dulu, orang lain kan bukan tali jemuran. * eh Kita cuma boleh bergantung sama Allah dan diri sendiri aja. Kemudian, bagi orang yang pengeen banget jadi orang lain, "Hey, are you kidding me?" There's no one same like you. So, you just you! Kamu ya kamu, mereka ya mereka. Kalau ada terbesit dalam pikiran ingin menjadi seperti mereka, coba tanyakan pada mereka. Tebakan gue, salah satu dari mereka juga pengen jadi kayak kamu. Kenapa mau menjadi orang lain sedangkan orang lain tersebut ingin menjadi seperti kita? Perasaan semacam ini seringkali datang disaat kepercayaan diri kita runtuh. Saat-saat ini terkadang sangat menyebalkan. Saat dimana potensi diri kita seakan bersembunyi di balik gunung. Hilang entah kema

Paku

Memaksakan diri? Takut akan tidak terkendali. Saya tidak memiliki kewajiban akan ituu! Dan sekarang doa mulai terkabul. Tidak tepat mengenai sasaran. Itulah sebabya tidak baik mengharapkan yang buruk. Sekarang apa? Kebingungan dan penyesalan menjalari badan saya. Kesepian dengan rasa sakit. Tidakkah terlihat menyedihkan? Harusnya saya mengeluarkan semuanya. Saat itu juga. Terlalu baikkah saya hanya menahan malah membuat sakit diri saya sendiri demi orang lain? Jauhi saya! Itu pinta saya. Saya hanya seorang gadis konyol dengan paras yang melebihi hatinya. Semua diluar kendali saya. Karena memang saya tidak punya kendali

Goresan Iseng Melepas Beban

Melihat sekillas masa lalu, membuat saya bertanya lagi, "Kamu yang dulu sama yang sekarang apa bedanya?" Pada momen tertentu saya berhenti mengeluhkan rasa bosan dan kecewa. Tapi, saat ini tahap saya benar-benar bingung! Mengikuti otak atau hati? Keduanya bertentangan satu sama lain. Hanya mengingat kenangan manis, saya merasa senang. Menyadarkan diri dengan fakta kembali membuat saya gelisah. Bagaimana denganmu, Mister?