Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

SAKIT

Setiap orang yang hidup tentu pernah merasakan sakit. Seorang Muslim harus yakin bahwa kondisi tersebut merupakan ujian dari Allah. Berkaitan dengan hal itu, Islam memberikan tuntunan kepada orang sakit agar menjaga adab. Di antaranya adalah: Pertama, sabar dan ikhlas. Orang yang sakit hendaknya yakin bahwa apa yang menimpanya merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Allah berfirman, “ Dia yang menjadikan matti dan hidup, kamu, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik dari amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Mulk [67]: 2) Jika orang yang sakit yakin ia sedang mendapat ujian dari Allah, maka ia tidak akan marah dan murka terhadap takdir yang menimpa dirinya. Kedua, berobat. Dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.” (Riwayat Ad-Daulabi)

Puluhan Bibir yang Berdoa demi Satu Senyum yang Tertunda

--> Pagi itu seakan terasa sangat berbeda. Padahal malamnya biasa aja. Di pagi itu aku melihat wajah pucat nenek yang tertidur pulas di ranjangnya. Ku bilang berbeda, karena pada saat itu ia dikelilingi oleh ayah, kakek & seorang adikku yang beraut wajah berbeda dan dengan mata yang berkaca. Aku tak berani menanyakan keadaan nenek kepada ayah karena aku takut jika kata-kata yang keluar dari bibir ayah itu satu hal yang tak ingin kudengar dan kurasa terlalu cepat untuk terjadi. Dengan segera, ayah & kakek membawa nenek ke tumah sakit. Yang kulihat disana nenekku ditempeli banyak selang. Kata dokter pembuluh darah nenek pecah jadi belum bisa bergera dan kini nenek sedang berada dimasa komanya. Ia tidak bisa apa-apa, hanya bisa berbaring, diajak bicara pun ia tak merespon apa-apa.

My Relationship (1)

Setelah sekian lama menanti untuk menulis, akhirnya datang juga kesempatan ini. Hmm, yang pertama ingin gue tulis mungkin tentang guru-guru gokil di sekolah gue. 1. Guru Math Entah hubungan macam apa yang gue miliki dengan guru yang satu ini. Mungkin karena galdar kami sama-sama O, atau hal lain. Gue suka memperhatikan tingkah laku guru-guru yang sedang mengajar di kelas gue yang dipenuhi siswa siswi bandel, barbar, dan jenius secara random. Guru ini kuat banget mentalnya, permirsa!! Mau diperhatiin ato nggak pas ngajar, dia tetep go straight ahead! Ga peduli, muridnya ngerti ato nggak dia tetep ngajar! Benar-benar dah guru ini. Cuman, gue seneng sama beliau karena nilai gue alhamdulillah bagus di absen dia, wkwk.

English "Kampret" Olympiade

13-5-13 Alhamdulillah, gue sudah melalui yang namanya Olimpiade Bahasa Inggris. Well, soalnya itu SUSAH BANGET, pemirsa!!!! Sumpah demi apa deh. Dibandingin sama soal semesterasn kelas 11 aja bedaaaaaaa banget! Antara nasi goreng sama beras! Apalagi bagian yang error recognize-nya, ampuuuun deh. Itu soal berjumlah 20 pula yang kaya gitu. Gimana gue gak pengen makan panitianya itu -_- Hmm, kami juga belum mempersiapkan diri secara penuh juga sih. Terutama soal public speaking-nya. Duh sakit banget ngeliatnya. Yahh, mau diapain lagi. Harga sebuah pengalaman itu gak murah. why do I say that? Bayar registasinya itu 60rb. Greget banget, tapi dari awal sampe akhir full of makanan dong ~ Kebetulan lagi, bulan depan ada acara debat di Unram! Gue pengen melatih lagi kemampuan gue dan yang lain dalam hal debat. Mudahan aja bisa menang. Latihannya harus ketat banget,  supaya bisa lolos. 

Weather

Weather. Kenapa mesti weather? Sebenarnya apa itu weather? Entah, karena apa gue dapat ilham judul postingan begini. Ha ini dikarenakan gue teramat sangat kangen dengan kakak gue. Well, dia baru saja selesai UN. Alhamdulillah diberi kelancaran. Langsung aja deh.. gue males basa-basi dengan kata-kata baku nan bijak nian bin merepotkan trus bikin ngakak kalo dibaca ulang.  Kakak gue, dia bergolongan darah B. Yang gue tahu, goldar B ini seringkali menyembunyikan perasaannya. Diantara anggota keluarga (semuanya goldar B, gue sendiri O), kakak gue yang paling hebat dalam hal ini. Karenanya, beberapa hari sebelum ulang tahun gue, gue sadar. Kakak gue udah punya pacar. Hmm, pantas aja dia sering di kamar, nelponan. Saat itu, gue benar-benar merasa kehilangan.