Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

The Choices

Selalu menyenangkan memang jika bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, bukankah begitu? Dan gue juga berusaha untuk bisa mengikuti semua kegiatan yang khususnya keluarga gue adakan. Tapi, kadang gue butuh waktu buat sendirian menyelesaikan banyak hal yang sudah direncanakan sejak awal, dan seringkali pula gue merasa lebih mengutamakan acara keluarga tersebut meski hanya "menonton tv" ya menonton. Agak sedikit merasa menyesal juga sebenarnya. Walau begitu, gue tetep kekeuh ikuut acara keluarga kecil-kecilan itu. PKL atau Praktek Kerja Lapangan terasa sedikit memberatkan bagi gue, ketika baru-baru menjalaninya. Karena memang, waktu yang dihabiskan sangatlah banyak, bung! Dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Dari situ, waktu gue mulai padet banget. Rata-rata kegiatan yang udah gue rencanain terpaksa dibatalin dikarenakan gue capek banget, hehe. Walhasil, berkumpul dengan acara keluarga juga begitu sulit.

Different Shortcuts

Alhamdulillah di waktu senggang yang sangat jarang kumiliki ini, dapat tercurah berbagai macam emosi negatif dan positif yang bercampur baur tanpa adanya sekat pemisah. Beberapa hari yang kumiliki sebelumnya terasa terbuang percuma, jika saja perkataan melalui tulisan ini dibaca tentu seisi rumah akan berlomba-lomba menjitak kepalaku. Karena tidak sepenuhnya terbuang, hanya saja berbaring serta berusaha untuk sehat terasa begitu-begitu saja, sungguh tidak bersyukur perempuan ini. Begitulah, seakan hidupku diberi selotip berukuran besar, kemudian menutupi semua celah yang ada di rumahku. Tak pernah keluar, tak pernah bertukar pesan maupun kabar, tak pernah online, ya seperti itu. Sehingga ketika mendapat kesempatan online, yang kudapat malah rasa kecewa serta kebencian terhapad diriku sendiri. Aku sudah tertinggal jauh. Sangat jauh dari mereka yang telah melanjutkan hidupnya dengan berbagai macam aktivitas. Aku malu. Aku tidak tahu apa-apa. Semua

Kisah Sebuah Hadiah (3-tamat)

Terpisah jarak pada daratan. Akan tetapi masih jelas teringat bagiku tanggapanmu akan hadiah sederhana yang keberikan padamu. Respon yang sama sekali tidak kuharapkan. Benar-benar mengecewakan. Tapi apalah arti pandanganku mengenainya yang begitu sangat sulit untuk dipahami, jika kau sangat ingin memahaminya. Bagiku, sulit sekali membaca lembaran hidupmu, karena aku begitu ingin sekali membacanya sampai-sampai lupa akan tujuanku untuk berusaha memahamimu. Itulah yang sedang terjadi, aku menganggapmu begitu sulit. Sepertinya tidak, jika aku dapat mengenali tujuanku kembali. Well, udah cukup lama gue pikirin gimana baiknya tamatnya cerita kali ini. Semakin lama gue pikirin, jujur gue makin pusing dibikin. Soalnya cerita cinta beginian makin rumit kedepannya, karena memang belum ada tujuan pasti dari kenapa gue harus ngejalanin ini. Haha, terlihat labil gue ya? Sudahlah, makin dibahas makin labil, mending gak usah dibahas aja yaak! xD Yah, gue ngerti banget ini bukan ending paling b