Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Rasa Syukur Kerdil

Sulit sekali rasanya mengekspresikan perasaan ya. Tindakan yang terpilih justru sebaliknya, tidak menampakkan melainkan memperlihatkan sebaliknya. Begitu yang sedang terjadi pada saya. Iya begitulah. Sulit sekali memberitahukan bahwa raga ini sedang letih, sehingga jika ada kesalahan dalam kontak fisik justru amarahlah yang terlontarkan. Saya capek. Saya sedang capek. Tidak usah diganggu dulu, begitu perkataan dalam hati. Namun tidak terucapkan. Karena saya berharap agar dengan diamnya raga ini sembari berpura-pura membaca buku menandakan bahwa saya sedang melakukan sesuatu yang tidak untuk diganggu. Sederhana saja yang kebanyakan orang terkadang tidak memahaminya. Tentu saja, tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

I am not Better than Anyone Else

Di sela-sela waktu yang begitu terpadati oleh jadwal, disinilah saya. Mencuri-curi waktu untuk menuliskan perasaan. Hahaha, ini puitis sekali. Karena terkadang meskipun tidak menceritakan pada siapa pun hanya melalui tulisan saja, itu sudah cukup. Sulit mengakui bahwa usaha yang telah saya kerahkan masih belum cukup. Melihat yang lain lebih sukses daripada saya, itu agak menyayat hati. Ya, ini namanya penyakit hati. Suka merasa lebih baik daripada yang lain. Merasa lebih mampu dibanding yang lain. Merasa, terasa, ini masalah perasaan. Perasaan abstrak yang muncul pada waktu tak disangka-sangka pula. Seakan kuda liar perasaan ini, terkadang sulit sekali untuk dikendalikan. Hanya ingin dituruti saja tanpa mau mengikuti peraturan.