Langsung ke konten utama

Capek...

Gue bingung. Gue yang harus bertindak duluan apa gimana nih? Si Koko jutek banget. Mungkin bukan jutek  tapi lebih ke pemalu. Yah, pemalu yang menyebabkan gue pesimis tingkat dewa. Temen-temen gue bahkan menyebutkan, "Serem skali Koko tu, Ndi". Bayangkan! Diamnya dia itu dikatakan serem oleh teman-teman gue!! Tapi emang sih, kalo dia lagi jalan sendirian, putih, sipit, kaya pembunuh berdarah dingin dia mah. Padahal aslinya itu anak gokil abis, kawan! Herannya, tiap gue ajak ngomong ekspresi dia flat mulu! Dia kan ikut Teater tapi kok gitu amat ekspresi dia ya?

Ngepas banget deh keadaan gue saat ini dengan lirik laru Secondhand Serenade - Your Call. Terutama lirik yang "And I'm tired of being all alone....". Yap gue banget. Ah, ngomongin dia bikin gue down wae. Mari move on, pemirsa!

ciao~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Save KRS Online

Yak, balik lagi untuk postingan tips dan trik. Karena berkaca dari pengalaman pribadi yang panik ga bisa save KRS. Sedangkan kuota untuk buka KRS lagi untuk diprint itu nggak ada. Okay, sila dibaca tutorial berikut ini.

Zara, Murai dan Sosok Lain

Aku termenung membaca surat Zara. Karena yang dia tuliskan termasuk gejala depresi. Ingin kutanyakan, apakah dia jadi malas mandi juga kah? Tapi rasanya engga sopan. Ingin membalasnya dengan cerita juga rasanya kurang pas. Baiklah, kali ini ku tulis saja surat untuk Zara walau tidak kukirimkan padanya. ___ Ra, aku kembali patah hati. Kupatahkan dengan kesadaran penuh.  Tanpa sadar aku menaruh perasaan pada sosok yang tidak kuketahui dia siapa. Aku hanya mengetahui nama akunnya di X. Dan lokasinya di Bandung. Selebihnya tidak ada. Perasaan itu hadir diam-diam. Dimulai dari dia beberapa kali merespon tulisanku di X. Bahkan sering. Hal yang membuatku tertarik puncaknya ternyata dia juga mengikuti kajian yang sama denganku. Tidak cukup sampai di situ, dia sering mengutip tulisanku pada akunnya. Kukira dia tertarik padaku. Karena hal itu tidak dia lakukan pada orang lain. Beberapa bulan berlalu. Melihat akunn ya, menunggu apa yang dia tulis menjadi hal yang kugandrungi. Dan sampailah ak...

Dari Zara untuk Murai (4)

Udah lama Zara nggak balas emailku. Rindu juga bertukar kabar dan kisah padanya. Hari-hari ini rasanya tenang. Tapi satu sisi ketenangan ini agak mengusikku. Bukan apa-apa, hanya saja aku merasa tidak perlu mengusahakan apa pun. Sekedar menjalani kehidupan saja. Dan aku tidak suka ketenangan yang seperti ini.