Langsung ke konten utama

For You

Untuk Maulida Audina Wulandai
Maafkan saya teman. Saya lalai dalam memperhatikanmu sehingga kau berpaling dan mencari sosok yang memperdulikanmu. Maafkan saya ketika kau berbuat salah, menjauhimu menjadi pilihan yang terpilih. Maafkan saya, ketika kau memulai suatu percakapan dan tindakan yang terlihat saat itu mengacuhkan perkataanmu. Maafkan saya, menyadari perbuatan salah ini dalam rentang waktu yang lama. Rindu hati ini akan keberadaanmu di antara teman lain. Sosokmu hilang ketika kami biasa berkumpul dan kau menghidupkan waktu bersama dia. Maafkan saya, ketika ingin menegurmu perkataan ketus justru terlontar dari lidah ini. Maafkan saya, mendiamkanmu dengan tidak memberimu kesempatan. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Save KRS Online

Yak, balik lagi untuk postingan tips dan trik. Karena berkaca dari pengalaman pribadi yang panik ga bisa save KRS. Sedangkan kuota untuk buka KRS lagi untuk diprint itu nggak ada. Okay, sila dibaca tutorial berikut ini.

Zara, Murai dan Sosok Lain

Aku termenung membaca surat Zara. Karena yang dia tuliskan termasuk gejala depresi. Ingin kutanyakan, apakah dia jadi malas mandi juga kah? Tapi rasanya engga sopan. Ingin membalasnya dengan cerita juga rasanya kurang pas. Baiklah, kali ini ku tulis saja surat untuk Zara walau tidak kukirimkan padanya. ___ Ra, aku kembali patah hati. Kupatahkan dengan kesadaran penuh.  Tanpa sadar aku menaruh perasaan pada sosok yang tidak kuketahui dia siapa. Aku hanya mengetahui nama akunnya di X. Dan lokasinya di Bandung. Selebihnya tidak ada. Perasaan itu hadir diam-diam. Dimulai dari dia beberapa kali merespon tulisanku di X. Bahkan sering. Hal yang membuatku tertarik puncaknya ternyata dia juga mengikuti kajian yang sama denganku. Tidak cukup sampai di situ, dia sering mengutip tulisanku pada akunnya. Kukira dia tertarik padaku. Karena hal itu tidak dia lakukan pada orang lain. Beberapa bulan berlalu. Melihat akunn ya, menunggu apa yang dia tulis menjadi hal yang kugandrungi. Dan sampailah ak...

Dari Zara untuk Murai (4)

Udah lama Zara nggak balas emailku. Rindu juga bertukar kabar dan kisah padanya. Hari-hari ini rasanya tenang. Tapi satu sisi ketenangan ini agak mengusikku. Bukan apa-apa, hanya saja aku merasa tidak perlu mengusahakan apa pun. Sekedar menjalani kehidupan saja. Dan aku tidak suka ketenangan yang seperti ini.